pengaruh sertifikasi terhadap kinerja guru

Posted: 23 Februari 2011 in dunia pendidikan

KATA PENGANTAR

Puji syukur penyusun panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta hidayah-NYA, sehingga penyusun dapat menyelesaikan makalah ini.
Makalah ini disusun guna memenuhi syarat untuk menyelesaikan tugas Manajemen Pendidikan.
Penyusun menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini jauh dari sempurna, hal tersebut dikarenakan keterbatasan pengetahuan, pemahaman, juga pengalaman dari penyusun, kritik dan saran yang membangun sangat penyusun harapkan sehingga makalah ini lebih sempurna.
Penyusun berharap semoga makalah ini berguna bagi pihak-pihak yang memerlukannya.

Yogyakarta,     november 2010

Penyusun,

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR……………………………………………………………………………………i
DAFTAR ISI………………………………………………………………………………….….ii
BAB I PENDAHULUAN
A.Latar Belakang Masalah…………………………………………………………………1
B.Rumusan Masalah………………………………………………………………………2
C.Tujuan yang Ingin Dicapai………………………………………………………………2
BAB II ISI DAN PEMBAHASAN
A.Pengertian Sertifikasi………………………………………………………………….3
B.Tujuan Sertifikasi……………………………………………………………………….3
C.Pengaruh Sertifikasi Terhadap Kinerja Guru……………………………………………4
BAB III PENUTUP
KESIMPULAN……………………………………………………………………………6
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………………..7

BAB I
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang masalah

Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh United nation Development Programe (UNDP) pada tahun 2007 tentang Indeks Pengembangan Manusia yang salah satu penentu utamanya adalah tingkat pendidikan bangsa,menunjukan bahwa Indonesia berada diperingkat 107 dari 177 negara.Hal tersebut sangatlah ironis karena menggambarkan bagaimana perkembangan mutu pendidikan di Indonesia. Kurangnya mutu pendidikan di Indonesia disebabkan oleh berbagai faktor.Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah kualitas pendidik atau kualitas guru.Guru sebagai seorang pendidik sangat berpengaruh pada mutu pendidikan karena peran seorang guru adalah mengajarkan berbagai pengetahuan kepada siswanya.Selain itu,seorang guru juga harus mampu mengembangkan segala potensi dan kepribadian siswanya.Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidik,pemerintah mengadakan program sertifikasi.Dengan adanya sertifikasi bagi guru,diharapkan mampu meningkatkan kinerja guru yang lebih baik sehingga peningkatan mutu pendidikan akan berjalan kearah yang lebih baik pula.Akan tetapi dalam prakteknya, apakah dengan adanya sertifikasi akan lebih membuat kinerja guru akan semakin baik ataukah tidak ada peningkatan kinerja guru seperti sebelum adanya sertifikasi.

B.Rumusan masalah
a.Apakah yang dimaksud dengan sertifikasi guru?
b.Apakah tujuan dari sertifikasi guru?
c.Bagaimana pengaruh sertifikasi terhadap kinerja guru?

C.Tujuan yang Ingin Dicapai
1.Tujuan khusus
a.Untuk mengetahui hakikat sertifikasi guru.
b.Untuk mengetahui tujuan dari sertifikasi guru.
c.Untuk mengetahui pengaruh sertifikasi bagi kinerja guru.
2.Tujuan umum
a.Untuk memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Pendidikan.
b.Untuk melatih ketrampilan dalam membuat karya ilmiah.
c.Untuk memperdalam pengetahuan tentang hal yang dibahas dalam karya ilmiah ini.

BAB II
ISI DAN PEMBAHASAN

A.Pengertian Sertifikasi

Sertifikasi adalah proses pemberian sertifikat pendidik untuk guru. Sertifikasi ini diberikan kepada para guru untuk memenuhi standar professional guru.Sertifikasi bagi guru prajabatan dilakukan melalui pendidikan profesi di LPTK yang terakreditasi dan ditetapkan pemerintah diakhiri dengan uji kompetensi. Sertifikasi guru dalam jabatan dilakukan sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidkan Nasional Nomor 18 Tahun 2007, yakni dilakukan dalam bentuk portofolio. Penilaian portofolio ini digunakan sebagai pengakuan atas standar profesionalitas guru dalam bentuk kumpulan dokumen yang menggambarkan kualitas guru yang mengarah pada sepuluh komponen,yaitu kualifikasi akademik, pendidikan dan pelatihan, pengalaman mengajar, perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, penilaian dari atasan dan pengawas, prestasi akademik, karya pengembangan profesi, keikutsertaan dalam forum ilmiah, pengalaman organisasi di bidang ke pendidikan dan sosial, penghargaan yang relevan dengan bidang pendidikan.

B.Tujuan sertifikasi guru

Dalam Undang-Undang Guru dan Dosen (UUGD) pasal 16 disebutkan bahwa guru yang memiliki sertifikat pendidik, berhak mendapatkan insentif yang berupa tunjangan profesi. Besar insentif tunjangan profesi yang dijanjikan oleh UUGD adalah sebesar satu kali gaji pokok untuk setiap bulannya.Dengan adanya peningkatan kesejahteraan guru diharapkan akan terjadi peningkatan mutu pendidikan nasional dari segi proses yang berupa layanan dan hasil yang berupa luaran pendidikan. Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan secara eksplisit mengisyaratkan adanya standarisasi isi, proses, kompetensi lulusan, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan, dan penilaian pendidikan dalam mencapai tujuan pendidikan nasional.
Dengan adanya sertifikasi pendidik, diharapkan kompetensi guru sebagai pengajar akan meningkat sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Dengan kompetensi guru yang memenuhi standar minimal dan kesejahteraan yang memadai diharapkan kinerja guru dalam mengelola proses pembelajaran dapat meningkat.Oleh karena itu,diharapkan akan terjadinya peningkatan hasil belajar siswa.Menurut Masnur Muslich manfaat uji sertifikasi antara lain sebagai berikut:
1. Melindungi profesi guru dari praktik layanan pendidikan yang tidak kompeten sehingga dapat merusak citra profesi guru itu sendiri.
2. Melindungi masyarakat dari praktik pendidikan yang tidak berkualitas dan professional yang akan menghambat upaya peningkatan kualitas pendidikan dan penyiapan sumber daya manusia di negeri ini.
3. Menjadi wahana penjamin mutu bagi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang bertugas mempersiapkan calon guru dan juga berfungsi sebagai kontrol mutu bagi pengguna layanan pendidikan.
4. Menjaga lembaga penyelenggara pendidikan dari keinginan internal dan eksternal yang potensial dapat menyimpang dari ketentuan yang berlaku.

C.Pengaruh Sertifikasi terhadap kinerja guru

Dalam rangka memperoleh profsionalisme guru, hal yang diujikan dalam sertifikasi adalah kompetensi guru. Sebagaimana yang tertuang dalam Undang-Undang Guru dan Dosen Pasal 10 dan Peraturan Pemerintah tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 28, kompetensi guru meliputi empat komponen yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, professional, dan sosial. Namun demikian,setelah adanya sertifikasipendidik, kinerja guru masih dirasa kurang meningkat.
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Mulyono dkk (2008 )di SMP Negeri 1 Lubuklinggau menunjukan bahwa dampak sertifikasi terhadap kinerja guru belum mengalami perubahan.Para pendidik di sekolahan tersebut belum mampu mengaplikasikan empat komponen tentang standar nasional pendidikan.Dampak sertifikasi pada komponen yang pertama yaitu pada kompetensi pedagogic,para guru belum mengalami perubahan yang lebih baik dalam memeberikan pembelajaran pada siswanya.Pemberian teori belajar dan penggunaan bahasa Indonesia yang baik pun belum mampu sepenuhnya dilakukan oleh para guru.Komponen yang kedua yaitu pada komponen kompetensi profesionalitas guru juga belum mengalami peningkatan setelah adanya sertifikasi.Para guru belum mampu meningkatkan efektifitas belajar siswa dan juga belum ada peningkatan dalam guru untuk lebih aktif mengikuti berbagai kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan profesionalitas dalam bidangnya seperti diklat,Lokakarya,dan MGMP.
Komponen yang ketiga yaitu komponen kompetensi social guru,dalam komponen ini guru dituntut untuk meningkatkan rasa sosialnya seperti untuk lebih berinteraksi dengan masyarakat agar berperan serta dalam pendidikan putra-putrinya.Komponen yang keempat adalah komponen kompetensi kepribadian guru,pada komponen ini guru juga belum mengalami peningkatan yang signifikan untuk lebih berkomitmen dalam menjalankan tugasnya sebagai guru yang professional.Selain itu,guru belum bisa bersikap wajar dalam hal berpakaian dan memakai perhiasan yang mencolok.
Kinerja guru dinilai meningkat hanya saat guru-guru belum lolos sertifikasi dan setelah mendapatkan sertifikasi kinerja guru menjadi menurun seperti para guru menjadi enggan untuk mengikuti seminar atau pelatihan untuk peningkatan kualitas diri,padahal sebelum mendapat sertifikasi para guru menjadi lebih sering mengikuti pelatihan untuk peningkatan kualitas diri.Hasil penelitian yang dilakukan oleh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) mengenai dampak sertifikasi profesi guru terhadap kinerja guru menunjukan hasil yang kurang memuaskan. Setelah mengolah data 16 dari 28 provinsi yang diteliti hasilnya menunjukan bahwa peningkatan kinerja yang diharapkan dari guru yang sudah bersertifikasi, seperti perubahan pola kerja, motivasi kerja, pembelajaran, atau peningkatan diri, dinilai masih tetap sama.
BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN :

Dengan adanya program sertifikasi guru diharapkan kinerja guru akan meningkat sehingga mutu pendidikan di Indonesia juga akan meningkat ke arah yang lebih baik.Setelah sertifikasi diharapkan guru dapat memenuhi empat komponen seperti yang tertuang dalam Undang-Undang Guru dan Dosen Pasal 10 dan Peraturan Pemerintah tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 28, kompetensi guru meliputi empat komponen yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, professional, dan social.Namun dalam prakteknya,banyak guru yang tidak dapat memenuhi keempat komponen tersebut dan dari beberapa penelitian juga menunjukan bahwa kinerja guru tidak meningkat setelah adanya sertifikasi dan cenderung masih sama sebelum adanya sertifikasi. Untuk menjaga mutu guru yang sudah lolos sertifikasi seharusnya ada pola pembinaan dan pengawasan yang terpadu dan berkelanjutan bagi para guru.

DAFTAR PUSTAKA

Mulyono,dkk.2008.” Dampak Sertifikasi Terhadap Kinerja Guru di SMP Negeri 1 Lubuklinggau”.www.pdfqueen.com.Diunduh pada 28 Oktober.
Firman Parlindungan.2009 . “Pengaruh Negatif Sertifikasi Guru Berbasis Portofolio Terhadap Kinerja dan Kompetensi Guru “.www.infodiknas.com.Diunduh pada 28 Oktober.
Rahadian,Randy.2009.”Pengaruh Sertifikasi Terhadap Kinerja Guru” . http://www.randyrahadian.blog.upi.edu. Diunduh pada 3 Desember.
Anonim.2009. ”Kinerja Guru Rendah Produktivitas Tinggi Saat Mengikuti Sertifikasi”. http://www.penapendidikan .com .Diunduh pada 3 Desember.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s